Kamis, 20 Juni 2019

STATISTIK PENGUNJUNG :

Bupati Lebak Belajar ke TPID Bangli

" Bupati Lebak Belajar ke TPID Bangli "

Bangli (Bisnis Bali)

  Sukses dengan Tim Pengendalian Inflasi daerah (TPID), Kabupaten Lebak Provinsi Banten Studi Tiru di Kabupaten Bangli. Kedatangan TPID Kabupaten Lebak yang dipimpin langsung  Bupati Lebak Hj Iti Oktavia Jayabaya bersama rombongan diterima sekretaris daerah (Sekda) Kabupatebn Bangli, Ida Bagus Gede Giri Putra bersama TPD Bangli di De Klumpu Tembuku Bangli.

  Bupati Lebak Hj. Iti Oktavia Jayabaya mengatakan kedatangannya bersama rombongan ke Kabupaten Bangli, ialah ingin studi tiru terkait dengan pengendalian inflasi, mengingat tahun 2018 Kabupaten Bangli adalah salah satu kabupaten yang berprestasi dengan pengendalian inflasi daerah, tidak hanya itu saja Bupati Iti Oktavia sangat terkesima dengan budaya local yang tetap terjaga dan aksebilitas jalan yang sangat mendukung pertumbuhan ekonomi ada di Kabupaten Bangli. Ia pun berharap banyak ilmu yang ditimpa di Kabupaten Bangli ini termasuk kiat-kiatnya seperti apa, triknya bagaimana, yang tentunya hasil dari studi tiru ini nantinya akan kami implementasikan di Kabupaten Lebak,”katanya.

  Pada kesempatan itu Sekda Bangli Ida Bagus Gede Giri Putra menyampaikan keberhasilan TPID tak terlepas dari dukungan stakeholder yang selalu bersinergi dalam mebangun Kabupaten Bangli, sehingga Kabupaten Bangli tahun 2017 mendapat TPID terbaik di kawasn Indonesia Timur, setelah itu diadu dengan Jawa, dan syukur tahun 2018 lalu kami mendapat TPID berprestasi.

  Lebih lanjut disampaikan, sebagian besar kondisi potensinya hanya bisa ditanami komoditi holtikultura, paling banyak bawang merah yang menjadi salah satu pendukung inflasi, karena sekitar 95 persen bawang di Bali disuplai dari Bangli, sekarang kawasan tersebut dalam permodalan dibantu dari Bank Indonesia oleh karena itu kami tetap mempertahankan komudite tersebut dengan melakukan pola masa panen. “Dalam proses penanaman tetap didampingi dari penyuluh pertanian agar tidak menggunakan pupuk kimia sebagai daya dukung kualitas komuditi pertanian,’ungkapnya.

  Di samping itu Sekda Giri juga menyampaikan sebenarnya komoditi andalan Bangli adalah kopi Arabika Kintamani yang sudah terkenal bahkan sampai mancanegara. Untuk cengkeh karena tata niaga cengkeh yang sempat harganya terpuruk, sehingga masyarakat beralih ketanaman jeruk. Lebih lanjut dijelaskan Sekda Giri untuk menstabilkan harga ketika terpuruk, maka perlunya Inovasi yang dilakukan dengan mengadakan pasar murah, serta melaksanakan operasi pasar bersama tim pengendali Kabupaten.

  Dirinya berharap kedatangan Hj. Iti Oktavia selaku Bupati Lebak bersama rombongan mendapatkan hasil sesuai harapan dan gambaran yang jelas tentang keberhasilan TPID. “Mudah-mudahan ini menjadi awal pertalian yang baik antara Kabupaten Bangli dengan Kabupaten Lebak,”tutupnya.

Sumber : Bisnis Bali