Jumat, 25 September 2020

STATISTIK PENGUNJUNG :

Pertamina Rugi jika Harga Solar Rp6.000/Liter

Tuesday, 10 February 2015 | 20:46

Direktur Utama (Dirut) PT Pertamina (Persero) Dwi Soetjipto memastikan perseroan akan rugi, jika harga bahan bakar minyak (BBM) jenis solar diturunkan menjadi Rp6.000 per liter, dari saat ini Rp6.400 per liter. Hal tersebut dikatakan Dwi dalam menanggapi desakan DPR yang meminta agar harga solar diturunkan menjadi Rp6.000 per liter, mengingat harga minyak dunia yang terus merosot. "Kan di . . .

Ini Alasan Harga Premium di Bali Lebih Mahal

Tuesday, 13 January 2015 | 18:45

  Pemerintah telah menetapkan penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium terhitung 1 Januari 2015 menjadi Rp 7.600 dari sebelumnya Rp 8.500 per liter. Namun, harga tersebut berbeda-beda setiap daerahnya seperti Bali dengan harga Rp 7.950 per liter. Direktur Pemasaran PT Pertamina (Persero), Ahmad Bambang mengatakan Peraturan Daerah (Perda) Bali menetapkan Pajak Bahan Bakar Kendaraan . . .

Harga Gas Elpiji 12 Kg Naik, Penjualnya Menurun

Tuesday, 13 January 2015 | 18:44

Pasca-naiknya harga Elpiji 12 kg yang telah ditetapkan oleh pemerintah sejak tanggal 2 Desember 2015 lalu, membuat sejumlah pelanggan beralih menggunakan tabung gas elpiji 3 kilogram. Hal tersebut diungkapkan seorang pedagang gas eceran di Jalan Raya Mengwi, Putu Melia (28). Ia mengatakan, semenjak harga gas dengan tabung warna biru itu meroket, pelanggannya banyak beralih ke . . .

Wow, Harga Mobil Suzuki di Bali Naik Sampai Rp 15 Juta!

Tuesday, 13 January 2015 | 18:43

  Harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang mengalami penurunan, ternyata berbanding terbalik dengan harga kendaraan roda empat yang sejak awal Januari malah mengalami kenaikan. Sejumlah dealer mobil sudah menaikkan harga sejak 1 Januari 2015 dan sebagian lagi masih menunggu, namun dalam dua bulan ke depan diprediksi akan menaikkan harga. "Sejak awal tahun, Suzuki sudah menaikkan harga untuk semua . . .

Selama 2014, Daging Babi Dinilai Terbanyak Sumbang Inflasi

Tuesday, 13 January 2015 | 18:09

  Denpasar, Bali - Selama tahun 2014 bahan pokok yang mengakibatkan inflasi diantaranya daging babi, beras, cabe merah dan bahan bakar. Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi  Bali, Dewi Setyowati  menjelaskan, daging babi paling banyak menyumbang inflasi sepanjang tahun 2014, hingga 9 kali. “Artinya hanya selama 3 bulan saja daging babi ini tidak mengalami kenaikan. Kita . . .