Selasa, 7 Juli 2020

STATISTIK PENGUNJUNG :

Perkembangan Indeks Harga Konsumen/ Inflasi Kota Denpasar April 2020

" Perkembangan Indeks Harga Konsumen/ Inflasi Kota Denpasar April 2020 "

Pada bulan April 2020 Kota Denpasar tercatat mengalami deflasi sedalam -0,32 persen yang ditunjukkan dengan penurunan Indeks Harga Konsumen (tahun dasar 2018=100) dari 104,76 pada Maret 2020 menjadi 104,42 pada April 2020. Sementara itu, tingkat inflasi tahun berjalan April 2020 dan tingkat inflasi tahun ke tahun (April 2020 terhadap April 2019 atau YoY) tercatat masing-masing setinggi 0,74 persen dan 2,53 persen.

Dari sebelas kelompok pengeluaran, empat kelompok pengeluaran tercatat mengalami deflasi yaitu kelompok I (makanan, minuman, dan tembakau) sedalam -0,97 persen; kelompok VI (transportasi) sedalam -0,84 persen; kelompok XI (perawatan pribadi dan jasa lainnya) sedalam -0,07 persen; dan kelompok III (perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar lainnya) sedalam -0,02 persen. Sementara itu, dua kelompok pengeluaran tercatat mengalami inflasi yaitu kelompok V (kesehatan) setinggi 0,52 persen dan kelompok IV (perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga) setinggi 0,09 persen. Lima kelompok pengeluaran tercatat tidak mengalami perubahan indeks atau stagnan yaitu kelompok II (pakaian dan alas kaki); kelompok VII (informasi, komunikasi, dan jasa keuangan); kelompok VIII (rekreasi, olahraga, dan budaya); kelompok IX (pendidikan); dan kelompok X (penyediaan makanan dan minuman/restoran).

Komoditas yang tercatat memberikan andil atau sumbangan deflasi pada bulan April 2020 antara lain, daging ayam ras, tarif angkutan udara, cabai merah, telur ayam ras, minyak goreng, kopi bubuk, cabai rawit, bawang putih, kangkung, dan sawi hijau.

Dari 90 kota IHK, tercatat 51 kota mengalami deflasi dan 39 kota mengalami inflasi. Deflasi terdalam tercatat di Pangkal Pinang (Bangka Belitung) sedalam -0,92 persen sedangkan deflasi terdangkal tercatat di Bogor (Jawa Barat) dan Semarang (Jawa Tengah) masing-masing sedalam -0,02 persen. Sementara itu, inflasi tertinggi tercatat di Bau-Bau (Sulawesi Tenggara) setinggi 0,88 persen sedangkan inflasi terendah tercatat di Cirebon (Jawa Barat), Depok (Jawa Barat), dan Balikpapan (Kalimantan Timur) masing-masing setinggi 0,02 persen. Jika diurutkan dari deflasi terdalam, maka Denpasar menempati urutan ke-15 dari 51 kota yang mengalami deflasi.

Sumber : BPS Provinsi Bali - bali.bps.go.id