Selasa, 2 Maret 2021

STATISTIK PENGUNJUNG :

Perkembangan Indeks Harga Konsumen/ Inflasi Kota Denpasar November 2020

" Perkembangan Indeks Harga Konsumen/ Inflasi Kota Denpasar November 2020 "

Pada bulan November 2020 Kota Denpasar tercatat mengalami inflasi setinggi 0,20 persen yang ditunjukkan dengan peningkatan Indeks Harga Konsumen (tahun dasar 2018=100) dari 103,37 pada Oktober 2020 menjadi 103,58 pada November 2020. Sementara itu, tingkat deflasi tahun kalender (year to date/ytd) November 2020 tercatat sedalam -0,07 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (November 2020 terhadap November 2019 atau YoY) tercatat setinggi 0,72 persen.

Dari sebelas kelompok pengeluaran, lima kelompok pengeluaran tercatat mengalami inflasi yaitu kelompok I (makanan, minuman, dan tembakau) setinggi 1,41 persen; kelompok VIII (rekreasi, olahraga, dan budaya) setinggi 0,19 persen; kelompok V (kesehatan) setinggi 0,14 persen; kelompok II (pakaian dan alas kaki) setinggi 0,10 persen; dan kelompok VII (informasi, komunikasi, dan jasa keuangan) setinggi 0,03 persen. Sementara itu, empat kelompok pengeluaran tercatat mengalami deflasi yaitu kelompok IV (perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga) sedalam -1,05 persen; kelompok XI (perawatan pribadi dan jasa lainnya) sedalam -0,51 persen; kelompok VI (transportasi) sedalam -0,22 persen; dan kelompok III (perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga) sedalam -0,11 persen. Dua kelompok pengeluaran lainnya tercatat tidak mengalami perubahan indeks atau stagnan yaitu kelompok IX (pendidikan) dan kelompok X (penyediaan makanan dan minuman/restoran).

Komoditas yang tercatat memberikan andil atau sumbangan inflasi pada bulan November 2020 antara lain, bawang merah, cabai merah, daging ayam ras, daging babi, tomat, jeruk, bawang putih, sawi hijau, cabai rawit, dan buncis.

Dari 90 kota IHK, tercatat 83 kota mengalami inflasi dan 7 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi tercatat di Kota Tual (Maluku) setinggi 1,15 persen sedangkan inflasi terendah tercatat di Kota Bima (Nusa Tenggara Barat) setinggi 0,01 persen. Sementara itu, deflasi terdalam tercatat di Kota Kendari (Sulawesi Tenggara) sedalam -0,22 persen sedangkan deflasi terdangkal tercatat di Kota Meulaboh (Aceh) dan Kota Palopo (Sulawesi Selatan) masing-masing sedalam -0,01 persen. Jika diurutkan dari inflasi tertinggi, maka Kota Denpasar menempati urutan ke-65 dari 83 kota yang mengalami inflasi.

Sumber: https://bali.bps.go.id