Jumat, 27 November 2020

STATISTIK PENGUNJUNG :

Perkembangan Indeks Harga Konsumen/Inflasi Kota Denpasar Juni 2020

" Perkembangan Indeks Harga Konsumen/Inflasi Kota Denpasar Juni 2020 "

Pada bulan Juni 2020 Kota Denpasar tercatat mengalami inflasi setinggi 0,08 persen yang ditunjukkan dengan peningkatan Indeks Harga Konsumen (tahun dasar 2018=100) dari 104,32 pada Mei 2020 menjadi 104,40 pada Juni 2020. Sementara itu, tingkat inflasi tahun berjalan Juni 2020 dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Juni 2020 terhadap Juni 2019 atau YoY) tercatat masing-masing setinggi 0,72 persen dan 2,14 persen.

Dari sebelas kelompok pengeluaran, lima kelompok pengeluaran tercatat mengalami inflasi yaitu kelompok XI (perawatan pribadi dan jasa lainnya) setinggi 1,91 persen; kelompok II (pakaian dan alas kaki) setinggi 0,44 persen; kelompok IV (perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga) setinggi 0,33 persen; kelompok VII (informasi, komunikasi, dan jasa keuangan) setinggi 0,06 persen; dan kelompok VIII (rekreasi, olahraga, dan budaya) setinggi 0,05 persen. Sementara itu, tiga kelompok pengeluaran tercatat mengalami deflasi yaitu kelompok I (makanan, minuman, dan tembakau) sedalam -0,29 persen; kelompok VI (transportasi) sedalam -0,19 persen; kelompok III (perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga) sedalam -0,04 persen. Tiga kelompok pengeluaran tercatat tidak mengalami perubahan indeks atau stagnan yaitu kelompok V (kesehatan); kelompok IX (pendidikan); dan kelompok X (penyediaan makanan dan minuman/restoran).

Komoditas yang tercatat memberikan andil atau sumbangan inflasi pada bulan Juni 2020 antara lain, daging ayam ras, emas perhiasan, tarif angkutan antar kota, tempe, pasta gigi, tahu mentah, popok bayi sekali pakai, sabun detergen, deodoran, dan kopi bubuk.

Dari 90 kota IHK, tercatat 76 kota mengalami inflasi dan 14 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi tercatat di Kota Kendari (Sulawesi Tenggara) setinggi 1,33 persen sedangkan inflasi terendah tercatat di Kota Makassar (Sulawesi Selatan) setinggi 0,01 persen. Sementara itu, deflasi terdalam tercatat di Kota Ternate (Maluku Utara) sedalam -0,34 persen sedangkan deflasi terdangkal tercatat di Kota Padangsidimpuan (Sumatera Utara) sedalam -0,02 persen. Jika diurutkan dari inflasi tertinggi, maka Denpasar menempati urutan ke-67 dari 76 kota yang mengalami inflasi.


Sumber : BPS Provinsi Bali