A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable

Filename: frontend/post.php

Line Number: 19

Perkembangan Indeks Harga Konsumen/Inflasi Kota Denpasar Oktober 2019 SiGapura - Sistem Informasi Harga Pangan Utama dan Komoditas Strategis

Kamis, 14 November 2019

STATISTIK PENGUNJUNG :

Perkembangan Indeks Harga Konsumen/Inflasi Kota Denpasar Oktober 2019

" Perkembangan Indeks Harga Konsumen/Inflasi Kota Denpasar Oktober 2019 "

 

Pada bulan Oktober 2019 Kota Denpasar tercatat mengalami inflasi setinggi 0,15 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK 2012=100) sebesar 133,56. Tingkat inflasi tahun kalender Oktober 2019 tercatat setinggi 1,57 persen sedangkan tingkat inflasi tahun ke tahun (Oktober 2019 terhadap Oktober 2018 atau YoY) tercatat setinggi 2,70 persen.

Dua kelompok pengeluaran tercatat mengalami inflasi (m to m) yaitu kelompok I (bahan makanan) setinggi 1,06 persen dan kelompok III (perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar) setinggi 0,13 persen. Sementara itu, lima kelompok tercatat mengalami deflasi yaitu kelompok V (kesehatan) sedalam -0,45 persen; kelompok IV (sandang) sedalam -0,34 persen; kelompok VII (transpor, komunikasi, dan jasa keuangan) sedalam -0,16 persen; kelompok II (makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau) sedalam -0,06 persen; dan kelompok VI (pendidikan, rekreasi, dan olahraga) sedalam -0,04 persen.

Komoditas yang tercatat memberikan andil atau sumbangan inflasi pada bulan Oktober 2019 antara lain, daging ayam ras, beras, jeruk, salak, pindang tongkol, ikan cakalang, apel, sprei, kasur, dan minyak goreng.

Dari 82 kota IHK, tercatat 43 kota mengalami inflasi dan 39 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi tercatat di Kota Manado (Sulawesi Utara) setinggi 1,22 persen sedangkan inflasi terendah tercatat di Kota Pematang Siantar (Sumatera Utara), Kota Tual (Maluku) dan Kota Ternate (Maluku Utara) masing-masing setinggi 0,01 persen. Sementara itu, deflasi terdalam tercatat di Kota Balikpapan (Kalimantan Timur) sedalam -0,69 persen sedangkan deflasi terdangkal tercatat di Kota Palopo (Sulawesi Selatan) sedalam -0,01 persen. Jika diurutkan dari inflasi tertinggi, maka Denpasar menempati urutan ke-20 dari 43 kota yang mengalami inflasi.

Sumber: bali.bps.go.id