A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: count(): Parameter must be an array or an object that implements Countable

Filename: frontend/post.php

Line Number: 19

Perkembangan Indeks Harga Konsumen/Inflasi Kota Singaraja Oktober 2019 SiGapura - Sistem Informasi Harga Pangan Utama dan Komoditas Strategis

Kamis, 14 November 2019

STATISTIK PENGUNJUNG :

Perkembangan Indeks Harga Konsumen/Inflasi Kota Singaraja Oktober 2019

" Perkembangan Indeks Harga Konsumen/Inflasi Kota Singaraja Oktober 2019 "

 

Pada bulan Oktober 2019 Kota Singaraja tercatat mengalami deflasi sedalam -0,14 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK 2012=100) sebesar 145,02. Tingkat inflasi tahun kalender tercatat 1,93 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (Oktober 2019 terhadap Oktober 2018 atau YoY) tercatat setinggi 2,89 persen.

Deflasi (m to m) ditunjukkan oleh menurunnya indeks pada dua kelompok pengeluaran yaitu kelompok I (bahan makanan) sedalam  -1,23 persen dan kelompok VI (pendidikan, rekreasi, dan olahraga) sedalam -0,17 persen. Sedangkan kelompok yang tercatat mengalami peningkatan indeks atau inflasi adalah kelompok V (kesehatan) setinggi 2,98 persen; kelompok II (makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau) setinggi 0,20 persen; kelompok III (perumahan, air, listrik, dan bahan bakar) setinggi 0,17 persen; kelompok IV (sandang) setinggi 0,15 persen; serta kelompok VII (transpor, komunikasi, dan jasa keuangan) setinggi 0,06 persen.

Komoditas yang tercatat memberikan andil atau sumbangan deflasi pada bulan Oktober 2019 antara lain cabai rawit, cumi-cumi, buncis, kangkung, jeruk, mie kering instan, bawang merah, telur ayam ras, pepaya, televisi berwarna, garam, tomat sayur dan telepon seluler.

Dari 82 kota IHK, tercatat 39 kota mengalami deflasi dan 43 kota mengalami inflasi. Deflasi terdalam tercatat di Kota Balikpapan (Kalimantan Timur) sedalam -0,69 persen sedangkan deflasi terdangkal tercatat di Kota Palopo (Sulawesi Selatan) sedalam -0,01 persen. Sementara itu, inflasi tertinggi tercatat di Kota Manado (Sulawesi Utara) setinggi 1,22 persen sedangkan inflasi terendah tercatat di Kota Pematang Siantar (Sumatera Utara), Kota Tual (Maluku) dan Kota Ternate (Maluku Utara) masing-masing setinggi 0,01 persen. Jika diurutkan dari deflasi terdalam, maka Singaraja menempati urutan ke-18 dari 39 kota yang mengalami deflasi.

Sumber:bali.bps.go.id